Keterangan Gambar : Dua pembalap JDT Racing Team. Hafizh Syahrin dan Andi Gilang di Podium Juara Race 2 ARRC di Sepang, Malaysia.
Eksplisit.Com - II Pembalap JDT Racing Team, Hafizh Syahrin meminta maaf setelah aksi selebrasinya setelah finis dan menang Race 2 ASB1000 Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026, Minggu (12/04/2026) hampir membuat rekan setimnya celaka yakni pembalap asal Indonesia, Andi Gilang.
Mantan pembalap MotoGP dan WSBK tersebut melambat setelah melewati garis finis sementara dibelakangnya melaju kencang dua pembalap yaitu Andi Gilang dan Keito Abe yang hampir terjadi tabrakan.
Beruntung Andi Gilang berhasil menghindari rekannya yang masih melaju kencang. Setelah balapan, Race Director kemudian memberi hukuman untuk pembalap dengan nomor start 55 tersebut. Sang pembalap dinyatakan melanggar peraturan Pasal 1.21.18, Pasal 1.21.2, dan Pasal 1.21.2.3.
Regulasi tersebut mengatur tentang larangan pembalap melaju pelan di trek lurus setelah garis finis. Akibatnya, Hafizh Syahrin wajib membayar denda US$500 atau Rp8,5 juta dan Long Lap Penalty. Nantinya, Long Lap Penalty akan berlaku di Race 1 pada seri berikutnya di Thailand.
Hafizh Syahrin pun menyampaikan permohonan maafnya di akun Instagramnya pribadinya @hafizh_syahrin, Senin (13/04/2026).
“Menindaklanjuti insiden yang terjadi pada Race 2 kemarin, saya ingin menyampaikan klarifikasi dan bertanggung jawab penuh atas tindakan saya.
Pertama, saya menyadari bahwa tindakan saya di garis finis tidak tepat dan berpotensi membahayakan pembalap lain yang masih menyelesaikan balapan. Saya sangat menyesali kesalahan ini.
Saya sepenuhnya menerima keputusan yang diambil oleh Race Direction, termasuk hukuman yang diberikan. Saya memahami bahwa keselamatan adalah prioritas utama dalam olahraga ini, dan saya menghormati keputusan tersebut tanpa keberatan.
Saya juga ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pembalap yang terdampak atas insiden ini, serta kepada penyelenggara, tim, dan para penggemar. Tindakan saya tidak mencerminkan standar yang saya pegang sebagai seorang pembalap profesional.
Di lintasan lurus belakang, saya mengalami lonjakan pada motor akibat bahan bakar yang rendah, yang menyebabkan kecepatan saya menurun pada saat itu. Namun, saya ingin menegaskan bahwa hal ini bukanlah alasan, melainkan hanya faktor yang turut berkontribusi, dan saya tetap bertanggung jawab penuh atas tindakan saya.
Saya akan belajar dari pengalaman ini dan memastikan hal serupa tidak terulang kembali. Ke depannya, saya tetap berkomitmen untuk menjunjung tinggi profesionalisme, rasa hormat, dan keselamatan di lintasan”. (**)



Tulis Komentar