Eksplisit.Com - II Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menetapkan 48 siswa sebagai juara pertama dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Jenjang Pendidikan Menengah tingkat DIY 2026. Para juara tersebut akan mewakili DIY pada LKS tingkat nasional.
Penetapan dilakukan dalam acara penutupan dan penyerahan hadiah yang digelar di Auditorium SMKN 2 Kasihan, Bantul, Kamis (23/4), menandai berakhirnya rangkaian kompetisi keahlian siswa SMK se-DIY.
Sebanyak 48 bidang lomba dipertandingkan, mencakup tujuh kelompok kompetensi, yaitu Teknologi dan Informasi, Kesehatan, Pariwisata, Seni dan Ekonomi Kreatif, Bisnis dan Manajemen, Pertanian dan Kemaritiman.
Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdikpora DIY, Wiwik Indriyani, menilai pelaksanaan LKS tahun ini berjalan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. “Pelaksanaan LKS tahun ini berjalan lancar dan lebih tertata, mulai dari pembukaan hingga penutupan. Kami juga bersyukur karena kegiatan ini melibatkan lintas sektor, baik sekolah, perguruan tinggi, maupun industri,” ujarnya.
Ia menyebut keterlibatan sekolah sebagai lokasi penyelenggara menjadi salah satu pembeda utama. “Sekolah-sekolah kami dorong untuk berperan aktif sebagai tempat lomba, apalagi mereka sudah memiliki fasilitas hasil program revitalisasi. Ini sekaligus mendukung pembelajaran berbasis praktik dan teaching factory,” katanya.
Selain itu, kolaborasi dengan perguruan tinggi dan industri dinilai memperkuat kualitas pelaksanaan. “Perguruan tinggi dan industri tidak hanya menyediakan tempat, tetapi juga terlibat sebagai juri dan praktisi. Bahkan ada yang memberikan apresiasi berupa beasiswa bagi peserta,” tambahnya.
Untuk menghadapi LKS tingkat nasional, Disdikpora DIY menyiapkan pembinaan lanjutan dengan melibatkan berbagai pihak. “Kami bekerja sama dengan industri dan mentor untuk mempersiapkan para juara. Dukungan sekolah, kepala sekolah, dan guru pembimbing juga menjadi faktor penting,” ujarnya.
Terkait target, DIY menargetkan peningkatan capaian pada LKS tingkat nasional dengan menembus tiga besar serta penambahan perolehan medali. “Kami berharap dapat masuk tiga besar nasional dengan perolehan medali yang lebih merata di berbagai bidang,” katanya.
Sementara itu, penasehat Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) DIY, Gonang Djuliastono, menilai LKS menjadi wadah penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai kebutuhan industri. “Kompetisi ini bukan sekadar lomba, tetapi wadah untuk mengasah keterampilan dan kreativitas sehingga melahirkan generasi yang lebih berkualitas,” ujarnya.
Menurutnya, dunia usaha membutuhkan lulusan yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kesiapan kerja. “Industri membutuhkan tenaga kerja yang terampil, punya tanggung jawab, dan menjunjung kejujuran. Itu menjadi modal utama di dunia kerja,” katanya.
Ia juga mendorong penguatan praktik kerja dalam pendidikan vokasi. “Porsi praktik perlu diperbanyak agar siswa benar-benar siap. Lulusan juga harus memiliki keberanian untuk berkontribusi di dunia usaha dan industri, termasuk di luar daerah,” ujarnya.
Ke depan, Kadin mendorong penguatan aspek kewirausahaan dalam pendidikan vokasi. “Unsur kewirausahaan perlu diperkuat agar lulusan tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha,” katanya.
Para juara pertama selanjutnya akan menjalani pembinaan sebagai persiapan menghadapi LKS tingkat nasional 2026. LKS merupakan ajang tahunan untuk mengukur kompetensi siswa SMK serta mendorong kesiapan lulusan vokasi dalam menghadapi persaingan di tingkat nasional hingga internasional. (**)
Tulis Komentar